Rapid Application Development (RAD) adalah salah satu alternatif dari System Development Life Cycle digunakan untuk mengatasi keterlambatan dalam proses development. Keunggulan metode ini menggabungkan teknik SDLC,Prototyping teknik joint application development (JAD) dan computer aided software engineering (CASE Tools) yang bertujuan untuk membuat system dalam waktu singkat ( kurang dari 6 bulan ).
RAD melibatkan user pada proses desain menyebabkan kebutuhan user dapat terpenuhi dengan baik dan secara otomatis kepuasan user sebagai pengguna sistem semakin meningkat.
RAD melibatkan user dalam proses testing sehingga dapat memangkas proses development yang panjang untuk dapat deliver on schedule.
Fase RAD :
Bisnis Modeling
1. Informasi apa yang dibutuhkan proses bisnis ?
2. Informasi apa saja yang dihasilkan ?
3. Siapa yang membuat informasi tersebut ?
4. Informasi itu dibutuhkan siapa saja ?
5. Siapa yang memproses informasi tersebur ?
Data Modeling
Aliran informasi yang telah didefinisikan disempurnakan lagi menjadi kumpulan object data, yang dibutuhkan untuk mendukung sistem tersebut.
Karakteristik (Atau atribut) masing-masing object diidentifikasi dan relasi antara object tersebut didefinisikan.
Proses Modeling
Object data yang telah didefinisikan ditransformasi untuk mendapatkan aliran informasi yang mungkin mengimplementasikan fungsi bisnis.
Deskripsi proses dibuat untuk menambah, modifikasi, penghapusan, atau pencarian object data.
Application Generation
Pekerjaan proses RAD dilakukan dengan menggunakan kembali komponen program yang sudah ada (jika memungkinkan) atau membuat komponen yang bisa dipergunakan kembali (jika memungkinkan). Untuk itu, dibutuhkan (automated tool) untuk pembuatan software tersebut.
Testing & Turnover
Karena proses RAD mempergunakan kembali komponen yang sudah ada, maka beberapa komponen program telah teruji. Hal ini bisa mengurangi waktu pengujian secara keseluruhan, akan tetapi komponen harus tetap di uji.
Metodelogi RAD mengunakan Prototyping dan Throw-away Prototyping.

Prototyping
Metodologi prototyping melakukan analisis, desain dan implementasi secara bersamaan untuk menghadirkan sebuah sistem dengan skala kecil dalam fungsi minimal kemudian di review oleh user untuk dilakukan proses development secara berulang hingga menghasilkan sebuah system.

Throwaway Prototyping
Throwaway Prototyping Pada metodologi ini Analisa dilakukan lebih mendalam, prototype dibuat dan ditest, pengalaman yang diperoleh dari latihan ini digunakan untuk membuat produk finalnya, tetapi prototype-nya sendiri dibuang.

mantab gan ^_^
inget bapaknya ngajar di kelas lagi…
thank inpo nya gan ^^
sangat menarik, terima kasih