“Taqobalallahu Minnaa wa Minkum, Minal ‘Aidin wal Faizin ” adalah kalimat yg sering di ucapkan pada saat Idul Fitri, banyak yang mensalah tafsirkan kalimat Minal ‘Aidin wal Faizin menjadi mohon maaf lahir batin. Wiki : “Ucapan ini adalah sebuah doa yang bila diterjemahkan menjadi “Semoga kita semua tergolong mereka yang kembali (ke fitrah) dan berhasil (dalam latihan menahan diri)” .
Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati, kalimat ini mengandung dua kata pokok: ‘aidin dan faizin (Ini penulisan yang benar menurut ejaan bahasa indonesia, bukan aidzin,aidhin atau faidzin,faidhin. Kalau dalam tulisan bahasa arab: من العاءدين و الفاءيزين ) aidin menunjukkan para pelakunya, yaitu orang-orang yang kembali. (Ada juga yang menghubungkan al Fitr dengan Fitrah atau kesucian, asal kejadian). Faizin berasal dari kata fawz yang berarti kemenangan. Maka, faizin adalah orang-orang yang menang. Menang di sini berarti memperoleh keberuntungan berupa ridha, ampunan dan nikmat surga. Sementara kata min dalam minal menunjukkan bagian dari sesuatu.
Jadi selengkapnya kalimat minal ‘aidin wal faizin bermakna (semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah). Jelas bahwa kalimat tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan “Mohon Maaf lahir batin”
semoga bisa menabah wawasan kita tentang perbendaharan kata dan tidak lagi salah mentafsirkan arti dan makna dari setiap kata.